Sabtu, 24 Desember 2011

e-Business

                Assalamualaikum Wr.Wb
                Sistem informasi itu tidak lepas dari praktik bisnis, maka dari itu kali ini kita akan membahas e-business. Lets go...
E-commerce vs E-business
                E-commerce adalah transaksi bisnis yang menggunakan jaringan komputer melalui internet. Sedangkan E-business adalah kegiatan bisnis untuk menghubungkan dan memperkuat prose bisnis. E-business lebih luas daripada e-commerce, jadi e-business mencakup seluruh kegiatan e-commerce.
Bisnis tradisional vs E-business
Bisnis tradisional bersifat sekuensial, kurang terintegrasi, berbasis kertas, membutuhkan biaya banyak, dan kurang efisien. Sedangkan E-Business bersifat terintegrasi, mengizinkan berbagai partisipan untuk bergabung dan berkolaborasi, dan berbasis informasi, sehingga meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya.
Aplikasi E-Business 
  • Enterprise Resource Planning adalah aplikasi yang berfokus pada efisiensi produksi internal perusahaaan, distribusi, dan proses keuangannya.
  • Supply Chain Management adalah aplikasi yang berfokus pada distribusi sumber daya  dan proses untuk mendapatkannya seefisien dan seefektif  mungkin.
  • Customer Relationship Manager adalah aplikasi yang berfokus pada proses mendapatkan dan mempertahankan pelanggan melalui proses pemasaran, penjualan, dan layanan.
Nah, pada bahasan selanjutnya kita akan membahas salah satu aplikasi dari e-Business yaitu ERP (Enterprise Resource Planing), lets go to the next article :)


Qoute : Slide Pengantar Sistem Informasi

Macam-macam Arsitektur Sistem Informasi

Assalamualaikum Wr.Wb
Setelah kita mengetahui arti arsitektur sistem informasi itu apa, kita lanjutkan pada macam-macam arsitektur sistem informasinya. Lets go...
Macam-macam arsitektur sistem informasi:

1.       Arsitektur tersentralisasi


                  
            Keuntungan arsitektur sistem informasi tersentralisasi:
       Lebih terkontrol.
       Lebih mudah dalam membuat perencanaan strategis.
       Lebih mudah melakukan pelatihan.
       Lebih mudah dalam pemeliharaan hardware dan software (hw dan sw terstandarisasi).
       Keamanan akses terhadap informasi lebih terjaga.
Kekurangan arsitektur sitem informasi tersentralisasi:
       Kurang fleksibel.
         Jika terdapat satu masalah, maka bisa berdampak ke seluruh system.
       Kurang dapat dikustomisasi.
         Jika ingin mengubah salah satu subsistem, maka bisa berdampak ke seluruh sistem .
2.       Arsitektur desentralisasi
a.       Peer to peer


b.      Sistem terdistribusi


Keuntungan arsitektur desentralisai terdistribusi:
       Otoritas untuk setiap departemen/bagian untuk merencanakan dan menggunakan SI.
      SI lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis.
      SI lebih tanggap terhadap permintaan bisnis.
      Mendukung pengembangan aplikasi pemakai akhir à kepuasan pemakai.
      Analisis terhadap kebutuhan sistem lebih agresif , peningkatan tanggung jawab terhadap pengeluaran biaya à penghematan biaya.
      Kemudahan penanganan ketika terjadi musibah.
Kekurangan  arsitektur sistem informasi desntralisasi terdistribusi.
       Kesulitan dalam berbagi aplikasi dan data antar unit.
       Memungkinkan kekacauan kontrol terhadap sistem computer.
       Ketidaksesuaian dalam menyediakan perangkat lunak dan perangkat keras.
      Kemubaziran dalam tugas.
      Standardisasi bisa tak tercapai.
      Biaya pemeliharaan lebih mahal.
3.       Arsitektur client/server


             Keuntungan arsitektur sistem informasi client server:
       Jika sebuah mesin macet, bisnis tetap berjalan.
       Sistem memberikan kekuatan dalam melaksanakan suatu tugas tanpa memonopoli sumber-sumber daya. Pemakai akhir diberi hak untuk bekerja secara local.
       Menawarkan keluwesan untuk melakukan pembelian pada hal-hal lain atau untuk meningkatkan keuntungan.
       Bebas memilih perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan dari berbagai vendor.
       Mudah untuk memperbaharui system.
       Dapat mencampur dan mencocokkan platform komputer yang gsesuai dengan kebutuhan masing-masing departemen dan pemakai.
Kekurangan arsitektur sistem informasi client sever
       Kurangnya skalabilitas (seberapa besar aplikasi bisa menangani suatu kebutuhan).
       Koneksi database dijaga.
       Koneksi database harus dijaga untuk masing-masing client. Koneksi menghabiskan sumber daya server yang berharga dan masing-masing client tambahan diterjemahkan ke dalam satu atau beberapa koneksi.
       Tidak ada keterbaharuan kode.
       Logika kode tidak bisa didaur ulang karena kode aplikasi ada dalam sebuah pelaksanaan executable monolitik pada client. Ini juga menjadikan modifikasi pada kode sumber sulit.


Qoute : Slide Pengantar Sistem Informasi

Komponen dan Arsitektur Sistem Informasi

Assalamualaikum Wr.Wb
                Pada bahasan sebelumnya kita telah tau komponen-komponen sistem. Nah, kali ini kita akan membahas komponen dan arsitektur sistem informasi.
                Komponen-komponen sistem informasi yaitu :
1.       Computer hardware
Meliputi perngkat keras apa saja yang digunakan untuk menunjang proses kerja suatu peruasahaan, seperti PC, printer, hub, router, switch dll.
2.       Software
Meliputi perangkat lunak apa saja yang digunakan untuk menunjang proses kerja suatu perusahaan, seperti sistem dan aplikasi software.
3.       Data
Data adalah bahan mentah berupa fakta atau gambar yang belum terorganisir yang kemudian diolah menjadi informasi yang bermanfaat bagi penggunanya.
4.       Prosedur
Urutan dari sebuah kegiatan untuk mendapatkan hasil kerja yang baik.
5.       Sumber daya manusia sistem informasi
·         Pemakai akhir (End User) adalah orang yang memakai sistem informasi atau informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi, seperti staf, manajer, pekerja berpengetahuan (knowledge worker).
·         Spesialis Teknologi Informasi adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan operasi dan pengembangan sistem informasi.
Ok, kita masuk ke bahasan arsitektur sistem informasi.
Arsitektur sistem informasi adalah 
  • Pemetaan atau rencana kebutuhan-kebutuhan informasi di dalam suatu organisasi (Turban, McLean, Wetherbe, 1999).
  • Bentuk khusus yang menggunakan teknologi informasi dalam organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan atau fungsi-fungsi yang telah dipilih (Laudon & Laudon, 1998).

Qoute : Slide Pengantar Sistem Informasi

Komponen Dasar dan Komponen Tambahan Sistem

                Assalamualaikum Wr.Wb
                Kita lanjutkan lagi okokok
                Komponen-komponen dasar sistem terdiri dari input, proses dan output. Input meliputi elemen yang dicapture, dirakit yang masuk ke sistem untuk diproses. Proses meliputi proses transformasi yang mengubah input menjadi output. Output meliputi transfer elemen yang dihasilkan oleh proses ke tujuan.
                Komponen-komponen tambahan pada sistem adalah sebagai berikut : 
  • Feedback : data yang menyatakan performansi sistem.
  • Control : meliputi monitoring dan evaluasi feedback untuk menentukan apakah sistem mencapai tujuan. Fungsinya adalah membuat penyesuaian untuk input sistem dan pemrosesan komponen untuk memastikan sistem menghasilkan output yang tepat. 
  • Sistem Boundary (Batas sistem) yaitu pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem, dan menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem.
  • Environment (Lingkungan) yaitu segala sesuatu yang berasa diluar sistem.
  • Antarmuka sistem yaitu penghubung antar subsistem yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan yang sama.
Dalam sistem terdapat juga sub sistem dan super sistem. Subsistem adalah Sistem-sistem yang berada dalam sebuah sistem dan super sistem adalah jika suatu sistem menjadi bagian dari sistem lain yang lebih besar.
Ok, komponen sistem sampai disini. Pada bahasan selanjutnya, kita akan membahas tentang komponen dan arsitektur sistem informasi :)


Qoute : Slide Pengantar Sistem Informasi

Analisis dan Berfikir Sistem

Assalamualaikum Wr.Wb
                Alhamdulillah yah kita bisa lanjutkan bahasan kita :)
                Kali ini kita akan membahas analisis dan berfikir sistem. Analisis merupakan kemampuan untuk meng-evaluasi fakta-fakta dan kondisi nyata sebagai dasar untuk mengambil kesimpulan dan keputusan. Berfikir sistem merupakan suatu perspektif atau sudut pandang dalam memandang segala sesuatu secara sistemik. Jadi, analisis dan berfikir sistem merupakan kemampuan yang dibutuhkan  dalam perancangan sistem informasi.
                Inilah model sederhana dari suatu sistem informasi

                Pada dasarnya, sistem adalah sekumpulan komponen / objek yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu dengan menerima input dan memprosesnya menjadi output. Didalam sistem terdapat komponen-komponen dasar dan komponen-komponen tambahan yang membangun sistem tersebut.
                Komponen- komponen tersebut akan dibahas pada bahasan selanjutnya yaa :)

Qoute : Slide Pengantar Sistem Informasi

Jenis-jenis Sistem Informasi

Setelah kita mengetahui arti dari sistem informasi, kita akan membahas jenis-jenis sistem informasi.Yu kita masuk ke klasifikasi sistem informasi berdasarkan levelorganisasi, area fungsional, dukungan yang diberikan, aktivitas manajemen dan arsitektur sistem manajemen.
1.       Berdasarkan level organisasi, sistem informasi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu
a.       Sistem informasi departemen
Contoh : Sistem Informasi SDM (HRIS)
b.      Sistem informasi perusahaan (enterprise information system)
Contoh : sistem informasi perguruan tinggi
c.       Sistem informasi antarorganisasi
Contoh : eCommerce
2.       Berdasarkan area fungsional, sistem informasi  ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan. Akan dibagi menjadi 5 jenis, yaitu
a.       Sistem Informasi Akuntansi (accounting information system)
b.      Sistem Informasi Keuangan (finance information system)
c.       Sistem Informasi Manufaktur (manufacturing / production information system)
d.      Sistem Informasi Pemasaran (marketing information system)
e.      Sistem Informasi SDM (human resources information system)
3.       Berdasarkan dukungan yang diberikan, sistem informasi dibagi menjadi 7 jenis, yaitu
a.       Sistem Pemrosesan Transaksi (transaction processing system atau TPS)
b.      Sistem Informasi Manajemen (management information system atau MIS)
c.       Sistem Otomasi Perkantoran (office automation system atau OAS)
d.      Sistem Pendukung Keputusan (decission support system atau DSS)
e.      Sistem Informasi Eksekutif (executive information systematau EIS)
f.        Sistem Pendukung Kelompok (group support system atau GSS)
g.       Sistem Pendukung Cerdas (intelligent support system atau ISS)
4.       Berdasarkan aktivitas manajemen, sistem informasi dibagi menjadi 4 jenis, yaitu
a.       Sistem Informasi Pengetahuan
b.      Sistem Informasi Operasional
c.       Sistem Informasi Manajerial
d.      Sistem Informasi Strategis
5.       Berdasarkan arsitekturnya, sistem informasi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu
a.       Sistem berbasis mainframe
b.      Sistem komputer pribadi (PC) tunggal
c.       Sistem tersebar atau sistem komputasi jaringan
Nah, bagaimana ? Sudah lebih mengertikah tentang sistem informasi ? Kita lanjutkan kembali pada artikel berikutnya :)


Qoute : Slide Pengantar Sistem Informasi

Konsep Dasar Sistem Informasi

                Assalamualaikum Wr.Wb
                Mata kuliah pengantar sistem informasi adalah mata kuliah yang dikhususkan untuk mahasiswa jurusan sistem informasi. Mata kuliah ini membahas apa saja yang akan dihadapi oleh orang-orang sistem informasi, seperti apa saja yang akan dipelajari lebih dalam, bagaimana peluang kerja dan apa yang akan dikerjakan oleh orang-orang sistem informasi.
                Dalam praktik bisnis, sistem informasi sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar maupun kecil. Mengapa ? Karena perkembangan teknologi yang berjalan sangat pesat dan kebutuhan perusahaan yang memang wajib mengikuti perkembangan jaman tersebut untuk kemajuan perusahaannya. Untuk itu, kita perlu memahami lebih dalam apa itu sistem informasi.
                Sekarang kita akan membahas apa itu sistem informasi. Sistem informasi adalah suatu proses pengolahan data menjadi informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Konsep dasar sistem informasi adalah proses pengolahan dari data ke informasi lalu menjadi knowledge dan menjadi wisdom.
                Data adalah deskripsi dasar dari seuatu hal, event, aktivitas, dan transaksi yang dicatat, diklasifikasikan, dan disimpan, tetapi tidak diorganisasikan untuk menyampaikan makna tertentu. Informasi adalah data yang telah terorganisir sehingga memiliki makna dan nilai kepada penerima. Knowledge adalah informasi yang telah terorganisir dan diproses untuk menyampaikan pemahaman, pengalaman, dan keahlian yang berlaku untuk masalah saat ini atau kegiatan. Wisdom adalah kolektif penerapan pengetahuan dalam tindakan.







            Informasi yang berkualitas harus memenuhi syarat-syarat berikut:

1.  Akurasi dan presisi. Akurasi adalah derajat kebenaran dan keandalan suatu informasi dan presisi adalah kerincian suatu informasi.
2.      Usia informasi, ketepatan waktu informasi dan waktu rentang informasi.   
  • Usia informasi adalah lama waktu sejak informasi dihasilkan hingga saat ini.
  • Ketepatan waktu adalah informasi tidak kadaluwarsa ketika sampai ke penerima, sehingga masih dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. 
  • Rentang waktu adalah selang waktu yang digunakan untuk mencakup data.
3.      Keringkasan dan kelengkapan informasi.
4.      Kemudahan akses untuk mendapatkan informasi tersebut.
5.      Relevansi adalah informasi benar-benar bermanfaat bagi penggunanya.
6.    Nilai informasi adalah bernilai jika manfaatnya lebih efektif jika dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya.


Qoute : Slide Pengantar Sistem Informasi